Tahun 2012 : 21 Kementerian dan Lembaga Terima Remunerasi

JAKARTA–Sebanyak 21 kementerian/lembaga (K/L) akan menerima remunerasi di 2012. Ke-21 K/L tersebut sudah melakukan reformasi birokrasi dan telah dinilai oleh tim pusat. 21 K/L tersebut telah melalui tahapan verifikasi, validasi, dan melakukan program RB. Adapun 21 K/L yang siap-siap menerima remunerasi tersebut di antaranya:

1. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
2. Lembaga Ketahanan Nasional,
3. Lembaga Administrasi Negara,
4. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,
5. Kementerian Riset dan Teknologi,
6. Kementerian Perindustrian,
7. Badan Tenaga Nuklir,
8. Badan Pengawas Obat dan Makanan,
9. Badan Kepegawaian Negara,
10. Badan Koordinasi Penanaman Modal,
11. Badan Pusat Statistik,
12. Arsip Nasional RI,
13. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,
14. Kementerian Perumahan Rakyat,
15. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
16. Lembaga Sandi Negara,
17. Badan Narkotika Nasional, dan
18 .Kementerian Pertanian.

“Posisi 21 K/L tersebut saat ini tinggal menunggu peraturan presiden. Untuk kemudian berhak menerima remunerasi tahun depan,” kata Deputi Program dan Reformasi Birokrasi Kementerian PAN&RB Ismail Mohamad dalam workshop reformasi birokrasi untuk wartawan di Kantor Kemenpan&RB, Selasa (20/12).

Ditambahkan Ismail, ada tiga tahapan penerapan kebijakan remunerasi. Pertama, tahapan dimulainya reformasi birokrasi, di mana kementerian/lembaga akan mendapatkan remunerasi 40 persen. Kedua, pelaksanaan reformasi sudah berjalan dan remunerasinya 70 persen. Terakhir, reformasi birokrasi sudah berjalan baik sesuai aturan yang ditetapkan. Di sini K/L berhak mendapatkan remunerasi 100 persen.

About these ads

Perihal Saragih's Group
FIGHT always

37 Responses to Tahun 2012 : 21 Kementerian dan Lembaga Terima Remunerasi

  1. anonim bengkulu mengatakan:

    Saya tidak melihat remunerasi pada Kementrian Pendidikan Nasional. Padahal semestinya Kementrian ini mendapatkan prioritas lebih. Kalau dasarnya karena Guru dan Dosen telah mendapatkan sertifikasi, itu kurang tepat. Pelaksanaan pemberian sertifikasi pada guru dan Dosen penuh dengan manipulasi, tidak berkeadilan, banyak menimbulkan konflik horizontal…syarat masalah. Sertifikasi guru dan Dosen terkesan dicicil….. dan Pemerintah tidak mengevaluasi akibatnya…Coba mentrinya turun ke bawah… banyak guru dan dosen senior pada gigit jari melihat yuniornya menikamati sertifikasi sementara yang senior hanya kebagian tugas beratnya…

    • Saragih's Group mengatakan:

      Itu disebabkan kinerja dari kemendiknas yang masih banyak kekurangan. ke 21 kementrian itu sebelumnya sudah dilakukan suatu program reformasi birokrasi atau bisa dibilang gambaran kasarnya ” meningkatkan kinerja dan transparansi lembaga tersebut “. Makanya ada poin nya khan ?? bisa di lihat di postingan sebelumnya.

      Ini fair. jadi tidak ada istilah prioritas. Jadi sebelum mengajukan reformasi birokrasi,harus perbaiki manajemen lembaga masing2. Nah,klo kemendiknas/kemendikbud masih banyak kekurangan,salah satunya yang anda bilang tadi.

      Salam !!!

      • agung mengatakan:

        Fair apanya bung yang membuat tidak benar itu bukan dibawah tetapi ditingkat para pemangku kebijakannya, salah satunya yang ada disenayan bukan kami yang hanya sebagai pegawai yang tunduk terhadap aturan yang sudah ditetapkan, seharusnya kalo ingin meningkatkan kesejahteraan harus semuanya karena dampak dari peningkatan tersebut akan mempengaruhi daya beli kalo hanya sebagian gimana kami yang tidak menerima, terkadang bangsa kebelinger selalu mengatakan bahwa kementeriannya lah yang paling berhak, ada suatu pertanyaan guyonan yang menggelitik kita ada seorang ayah bertanya pada anaknya apakah ayam itu bermula dari telur atau dari ayam satu sama lain menjawab ada yang menjawab dari telur dan ada yang menjawab dari ayam jadi dari guyonan tersebut bahwa kita tidak perduli berangkat dari mana mau bekerjan di diknas atau diinstansi lain semuanya adalah memiliki jasa yang sama jadi kalo mau meningkatkan kesejahteraan jangan tembang pilih dan jangan mengangggap saya paling berhak semuanya memiliki tanggung jawab yang sama selama kita betul-betul ingin memajukan bangsa ini. demikian komentar saja salam kenal…..

      • agung mengatakan:

        mudah mudahan komentar saya dapat didengar oleh pemimpin bangsa ini untuk mendapat sertifikasi itu tidak mudah bung kami di uji kompetensinya dan mengikuti uji kompetensi itu tidak semuanya lulus dan sangat sulit dan klo ini diterapkan pada kementrian lain saya yakin belum tentu semuanya mulus, tetapi yang saya heran khan kementerian lain hanya dengan pengukuran kehadiran mendapatkan remunerasi sedangkan kami belum semuanya terealisasi padahal uang sertifikasi tidak sebesar uang remunerasi dan tolak ukurannya tidak jelas sedangkan kami dituntut untuk sekolah dan mengikuti pelatihan dalam rangka pengembangan diri, hal ini sangat tidak adil jadi jangan ini sudah fair.

      • agung mengatakan:

        saya menghimbau kepada seluruh pegawai yang ada dikementerian pendidikan untuk bersatu menuntut presiden merealisasikan kesejahteraan yang adil terhadap seluruh pegawai dan jangan ingin dipolitisasi terus, dari tahun 2005 sertifikasi belum juga tuntas eh malah instansi lain dapat remun dengan mudahnya.

    • Abdullah mengatakan:

      setuju, kalau remunerasi berbasis kinerja kalo sertifikasi berbasis apa ya…., coba kita tengok kementerian lain apa sudah pantas, masih banyak yg tidak layak, apa ini hanya politik bukan ditinjau dari unsur kualitas, kuantitas, waktu layanan yg diberikan kepada masyarakat…ya inilah potret yg harus segera di evaluasi, karena beberapa kementerian dan lembaga yang sudah dapat remunerasi tetap saja pungli dan layanan masih belum optimal…….

  2. made diah asrini mengatakan:

    tolong perhatikan juga untuk GTT karena dilapangan guru GTT lebih banyak mendapatkan tugas dibandingkan dengan guru yang tersertifikasi/PNS

  3. mbah purwo mengatakan:

    jelas semua itu tidak adil sama2 pegawai yang mengabdi pada negara kok ada yang gajinya sak umbruk ada yang kecil, mang udah jaminan kalau dalam satu kementerian yang sudah remonerasi pegawainya semua kinerjanya baik atau guru yang sudah terima tunjangan sertifikasi jga rajin ngajar? banyak yg guru sudah puluhan tahun ngajar dan juga pengalaman udah banyak, gajinya kalah sama guru yang 6 tahun ngajar kasihan ga tuh… disamping itu apakah kementerian yang belum remonerasi pegawainya kinerjanya buruk semua kayaknya tidak.

  4. raodah hafid mengatakan:

    kasihan pegawai kemendikbud kalau tidk dapat remunerasi,tahun 2012 padahal guru dan dosen sdh lama menikmati, guru dan dosen ada liburnya, kalau siswa libur, mereka juga libur, sementara pegawai tdk punya libur kecuali cuti, kalau kita cuti tdk dpt uang makan, sehingga para pegawai jarang ada yg cuti tahunan . Apa bedanya pegawai dengan guru kitakan satu lembaga. Tolong pemerintah perhatikan kami PNS yg ada di lingkungan Kemendikbud

    • heran mengatakan:

      sharusnya anggaran 20 % itu digunakan utk program siswa gratis diskolah ini malah biaya pendidikan sangat mahal krn anggaran 20 % itu digunakan utk 1). bayar tunjangan sertifikasi guru, dosen dan proyek penelitian dosen 2). BOS yg dikorupsi oleh kepala sekolah bersama dinas pendidikan. sangat prihatin

  5. Sulastri mengatakan:

    Guru dan dosen, tidak akan mencari sampingan lain kalau hidupnya sejahtera. pada dasarnya renumerasi guru dan dosen memang mesti dilakukan, dimana yang mencetak orang-orang terdidik adalah lembaga pendidikan. tentunya perlu diberikan penghargaan yang tepat sehingga pelaksanaan tugasnya bisa efektif dan efisien. bila ada guru dan dosen yang tidak memperlihatkan kinerjanya setelah direnumerasi, maka perlu ditindak tegas. ..

    • heran mengatakan:

      gaji guru SD lebih tinggi dari profesor riset, sangat diuntungkan jadi dosen 1). sbg pendidik mhs dpt tunjangan fungsional, dpt tunjangan sertifikasi, 2). sbg peneliti dpt proyek penelitian milyaran. blm lagi kemudahan lainnya jadi guru dan dosen banyak liburnya dan masuk jam 8 pagi pulang jam 12 siang

      • Yanto mengatakan:

        masa guru masuk jam 08.00, tolong ditulis dong guru mana. Bagaimana kalau murid masuk jam 07.30, terus kalau murid pulang jam 13.30 kalau guru pulang jam 12.00 terus anak-anak teman gurunya berarti gak ada itu tolong ditulis dong , mohon maaf kalau nulis yang realis aja deh, nanti biar gak menyakitkan bapak ibu guru yang sangat saya hormati. Anda bisa ngomong dan nulis juga dari jasa bapak ibu guru kok, maka jangan menyakitkan hatinya ya……… nanti kalau anda menyakitkan hati, jangan2 nanti anda dimarahi Tuhan gimana.

        • abah Gozim mengatakan:

          kalimat itu kayaknya ungkapan dari kekesalan Mas. Yang jelas jam 7:00 teng guru sdh hrs ada di sekolah hingga usai jam 14:00. Ok salam kenal

    • jamil mengatakan:

      sangat sepakat dengan komentar anda dibanding komentar2 yang lain diatas sebelumnya

  6. nahyudin mengatakan:

    Sebagai PNS sudah disumpah hendaklah adil berbagai hal yang sesuai aturan janganlah egois.

  7. nahyudin mengatakan:

    Nahyudin

  8. Abdullah mengatakan:

    Ya inilah negeri kita siapa cepat siapa dapat…….!!!

  9. Zulham mengatakan:

    TIDAK ADIL KALAU PEMERINTAH HANYA MEMIKIRKAN GURU DAN DOSEN SAJA….DI KEMENDIKBUD JUGA ADA PEGAWAI ADMINISTRASI KENAPA TIDAK DIPIKIRKAN? MANA REMUNERASI UNTUK PEGAWAI ADMINISTRASI DI LINGKUNGAN KEMENDIKBUD? SEDANGKAN PEGAWAI ADMINISTRASI DI DEPARTEMEN DAN LEMBAGA YANG LAIN DAPAT…DIMANA KEADILAN ITU? KOK DIBEDA2KAN?…

  10. Agus Suhada mengatakan:

    BUKAN HANYA 1 TAPI BANYAK DOSEN YG NGAJAR DAN DATANG KE KAMPUS HANYA 1 ATAU 2 HARI DALAM SEMINGGU, SELEBIHNYA MEREKA DPT TAMBAHAN PENGHASILAN DG NGAJAR LAGI DI TEMPAT LAIN ATAU NGERJAIN PROYEK MEREKA SENDIRI, TAPI MEREKA SEGERA MENDAPAT SERTIFIKASI DOSEN, SEMENTARA TENAGA ADMINISTRASI, 8 JAM SEHARI 5/6 HARI SEMINGGU HRS HADIR DI KAMPUS, GA BISA NYARI TAMBAHAN PENGHASILAN, TAPI REMUNERASI NYA GA DIPROSES DG BERBAGAI ALASAN!!! PUNYA HATI NURANI GA???!!!

    • abah Gozim mengatakan:

      BETUUUUL SAYA SETUJU UNTUK KOMENTAR PAK AGUS. KALO MENURUT SAYA ISTILAH NYARI TAMBAHAN/SAMPINGAN CUMA BUAT BELI BENSIN 1-2 LITER ATAU BUAT MAKAN. TAPI KALO YG NGAJAR ATAU NGERJAIN PROYEK ITU TAMBAHAN BUAH BELI MOBIL. SAYA INGATKAN BUAT SAUDARAKU, NURANI SUDAH MENJADI BARANG LANGKA DI NEGERI INI.

  11. guntur mengatakan:

    memang kompleks permasalahan yang dihadapi di lingkungan lembaga pemerintahan di NKRI ini sebetulnya, misalnya: sy sebagai dosen/pengajar/ guru/ atau lingkupnya di istilahkan PNS, kalau semua kembali pada karakter masing-masing pelakunya

    • abah Gozim mengatakan:

      karakter yg mana pa dosen…. binun

  12. heran mengatakan:

    kalo tenaga pendidik (guru&dosen) sangan diuntungkan, penghasilan : gaji + 1 bulan gaji (sertifikasi)+ tunj fungsional+ tunj struktural (boleh triple tunjangan) kalo isntansi lain tunj pilih salah satu, kemudahan lain : kerja santai, masuk jam 8 pulang jam 12, banyak libur, pangkat naik 2 tahun sekali, sia pensiun 60-65 th, kalo dosen dpt honor bimbing mhs, ujian dan seminar mhs, juga rangkap peneliti yg dpt proyek penelitian milyaran, kemudian diusulkan remunerasi. sedangkan tenaga administrasi hanya gaji toq, seharusnya yg dpt remunerasi adalah peg kemendikbud bukan tenaga pendidik (guru&dosen) karena tenaga pendidik ada UU tersendiri/berbeda dg PNS lainnya, jangan rakuslah wahai guru dan dosen

    • Yanto mengatakan:

      Waaaaaaaaah ngomongnya tambahan ngelantur, baru ngomong yang pertama masuk jam 8pulang jam 12 itu saja gak pakai dasar, apa lagi ngomong selanjutnya, aduuuuuh….. kasihan kok malah memperlihatkan kebodohannya. Maklum ………., mungkin sdmnya cuma segitu. Apa lagi ngomong yang akhir; “jangan rakuslah wahai guru dan dosen” loh guru dan dosen mana yang rakus, kita sebagai guru kan kerja semua diatur, apalagi gaji dan yang lain yang berhubungan keuangan, kan semua ada aturannya semuanya kita kan gak ambil uang sendiri2 toh?
      Jangan keterlaluan lah kalau ngomong, di sini orang menulis sesuatu dibaca banyak orang, kalau anda ngomong gak pakai dasar malah dikira anda orang yang sangat goblok saja pakai sekali, lebih baik anda hidup di dunia ini bisa mawas diri, apakah anda hidup itu sudah bermanfaat bagi sekitar anda di lingkungan RT RW, gak usah jauh2 sampai Nusa, Bangsa dan Negara. Apa lagi kalau anda bisa beli cermin, kelihatannya anda gak punya cermin, jadi gak bisa bercermin ya he he he…………

    • sumitro mengatakan:

      Ini orang cemburu amat sangat…coba kau pikir, apakah PNS Tenaga Kependidikan pernah belajar & mempersiapkan diri & materi sebelum masuk kantor ? apakah tanggung jawab mengajar lebih rendah dari hanya menata administrasi T.usaha/administrasi kependidikan ? apakah mereka (PNS T.Kependidikan) dituntut kelengkapan kenaikan pangkat yg Tridharma…Apakah tingkat pendidikan mereka lebih dipercaya untuk mendidik generasi bangsa daripada guru/Dosen?….Kalo pikiranmu gini terus cobalah kau jadi Guru atau Dosen biar kau rasa..?

  13. Vera mengatakan:

    Kesimpulannya, remunerasi untuk pegawai di bawah Kemendikbud (selain guru & dosen) dibatalkan??? Ini pertanyaan ya bukan pernyataan.

  14. Tuswoyo mengatakan:

    Rasanya salah satu kementrian yang dapat dianggap berhasil adalah Kemendikbud, sehingga Menterinya diangkat kembali di kabinet SBY kedua. Tetapi mengapa penataan birokrasi di kementrian ini justru dianggap gagal, sehingga terpaksa pegawainya tidak segera memperoleh renumerasi. Ada apa dengan renumerasi ? Di mana salahnya pak Menteri ? Bukankah lebih baik segala persoalan yang membelit departemen ini disosialisikan ke semua pihak yang berkepentingan, termasuk kepada para pegawai yang sudah bekerja keras dan sudah layak untuk mendapat renumerasi, sehingga kita semua bekerja untuk membenahi birokrasi yang sekarang dianggap tak layak pegawainya menerima renumerasi ini.

  15. Hudaey mengatakan:

    Sayang sekali kementerian Kemendikbud tidak mendapat remunerasi, terutama kami2 pegawai administrasi hanya bisa melihat PNS kementerian lain menikmati remunerasi, di tempat kerja juga kami hanya bisa melihat para guru/dosen menikmati serdos, mengajar dibayar, membuat soal ujian dibayar, ngawas ujian di bayar, koreksi soal ujian di bayar semuanya mereka dibayar…tupoksi??????

    • emelia mengatakan:

      siapa yang bayar ? dan berapa bayarannya ?

  16. orang tua mengatakan:

    Meneurut saya semua PNS semua sama tidak usah ada remunerasi remunasi biar adil.Kalau Guru dan Dosen kan sudah ada Tunjangan Fungsional kenapa diberi remunasi lagi kan jadinya dobel dobel. kalau memberi yang belum punya tunjangan apa apa, itu yang lebih baik. Lagian Guru yang sudah dapat Remunari mengajarnya ya biasa biasa saja. Coba cek mutu anak didik dah bagus belum. Kita sebagai orang tua aja bila menginginkan anak kita bisa dapat sekolah yang bagus harus ngeleskan anak lagi kalau cuma mengandalkan pelajaran dari sekolah mustahil dapat sekolah yang bagus. syaran saya sudahlah Pemerintah dak usah ngeluarkan duet banyak-banyak mubazir mendingan diberikan orang yang tidak punya, itu baru manfaat.

  17. Nina PNS PTN mengatakan:

    Wahai bangsaku Indonesia, Negaraku, Tanah airku tercinta, para Pemimpin sadarlah jangan hanya mementingkan kelompok tertentu ( guru dan dosen ) misalnya sebagai komsumsi politik , karena lebih banyak personnya apalagi guru yang sampai detik ini masih jauh dari yang diharapkan terutama orang tua murid, sudah mendapatkan gaji masih mendapat sertifikasi apalagi para dosen dari sertifikasi honor2 lain dari mengajar /mengampu sampai penelitian semua ada duitnya, sedangkan kita ini para PNS yang di Perguruan Tinggi hanya bisa melihat dan melomgo suruh datang dan bekerja dari pagi buta sampai sore menjelang maghrib tidak dapat apa2 padahal SDM kita termasuk lumayan , katanya diusulkan Remunerasi Manaaaa?

  18. Boy mengatakan:

    Yah knapa jd pada ribut, padahal sama2 susah, turun aja ke jalan yuk, tp yg intelek ya ; )

  19. Tengil mengatakan:

    Dosen yg tiap hari masuk jam 8 pulang jam 5 juga ada, bahkan di hari libur. Dia tdk mengajar di luar, melainkan hanya di univ tsb. Dia tetap bertahan dengan gajinya, bersyukur dg apa yg didapat. Melayani mahasiswa dg ceria dan penuh optimis, meskipun anaknya menangis kekurangan susu. Serdos atau tdk, tdk pengaruh baginya, karena rejekinya adalah yg telah ia nikmati, bukan harta/uang yg diterima, karena itu hanya titipan Tuhan…

  20. fahruddin siregar pns mengatakan:

    Kepada Bapak Kepala BNNRI, saya yang bernama fahruddin siregar, nip.19820429200801002, jab.staf pada bagian pencegahan bbn kabupaten tapanuli selatan Sumut, tanggal sk bnn RI 30 desember 2011, belum menerima remunisasi, saya mohon kepada Bapak Kepala BNN RI memberikan informasi/kelanggengan kepada saya, karna saya tidak tau kepastian remunisasi saya, dimana saya udah dipindah tugaskan ke instansi lain pak pada bulan maret 2013 lalu, saya mohon kepada Bapak memberikan solusi atau jawaban. Terima kasih.

  21. Basically, games have to fit the smaller screen and touch display.

    And what’s available on the Olive Tree Reader now allows full screen viewingAmazon’s Kindle for iphone has
    Bibles available for purchase on its site and has, in the country.

  22. gioithieusachhay.com mengatakan:

    Remove the butter and sugar until fluffy, then gradually
    beat in the banh trung thu sugar and flour. Among the
    most famous banh trung thu and representative cakes of the
    lagoon city, the pastries that are made in lickety split time.
    These are just a few of the contestants onLast Cake Standing 2told me.

    Concing is the process of making chocolate smoother and silkier which
    then banh trung thu made it better for baking since it mixes with batters completely.

Kirimkan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: