Memaknai Kegagalan

Kegagalan tidak berarti aku gagal, ini berarti aku belum sukses
Kegagalan tidak berarti aku kehilangan segalanya, ini berarti aku memelajari sesuatu
Kegagalan tidak berarti aku akan malu, ini berarti aku ditantang untuk mencoba lagi
Kegagalan tidak berarti aku tidak berkualitas, ini berarti aku tidak sempurna
Kegagalan tidak berarti aku tidak akan bisa melakukannya, ini berarti aku butuh latihan lagi

Masa-masa keluarnya nilai smester selepas Ujian Akhir Smester merupakan masa-masa yang meneganggkan dan ditunggu-tunggu. Berbagai ekspresi bermunculan saat masa itu tiba, ada yang tersenyum lebar tapi ada juga yang musam karena harus mengulang tahun depan karena gagal. Apakah gagal itu buruk? Bila pertanyaan seperti ini yang anda tanyakan kepada orang-orang berprestasi besar seperti Michael Jordan, Soichiro Honda, Thomas Alfa Edison, atau Wright bersaudara maka dengan senyum lebar mereka akan mengatakan “Selamat anda telah belajar”.

Tahukah anda mereka adaah rajanya kegagalan yang ceritanya sudah diketahui banyak orang. Saat Jordan di awal karirnya adalah seorang gagal bahkan ia lebih dari 300 kali berkontribusi dalam timnya, Chicago Bulls. Edison gagal melanjutkan sekolah karena ia merupakan murid terbodoh di Sekolah Dasarnya sekarang menjadi orang yang memiliki hak paten terbanyak di dunia. Masih banyak cerita para bintang yang dimulai dari jurang bernama kegagalan.

Ketika IP (Index Prestasi) yang anda dapat semester ini jelek, hancur, atau bahkan remuk redam jangan langsung meletakan label manusia gagal pada dahi anda karena masa depan anda, andalah sendiri yang membangunnya . Tahukah anda bahwa survey CDC UI (Career Development Cetre UI) menunjukkan bahwa IPK merupakan factor yang tidak dominan dalam hal diterimanya sesorang di suatu pekerjaan. Mungkin itu sedikit menghibur, tapi bukan itu tujuan dari tulisan ini.

Saya ingin menekankan bahwa kegagalan adalah suatu keharusan bagi sesorang agar ia bisa menjadi berharga, kuat, dan sukses. Otot biseps tidak akan besar jika tidak dipekerjakan, emas terbaik adalah emas hasil pembakaran terpanas. Kalau anda tidak mau gagal masuk saja cepat-cepat ke kuburan karena satu-satunya tempat dimana anda tidak akan mengalami kegagalan adalah kuburan. Ketika anda kita gagal kali ini, analisis apa penyebab kegagalan kita.

Hidup adalah pertandingan kadang kita menang tapi kadang kita BELAJAR. Sekarang ganti kata gagal dengan kata belajar, jadikan momen gagal sebagai momen belajar karena dengan belajar itulah saat kita tumbuh.

Oleh karena itu untuk kita yang merasa gagal dalam hal apapun di waktu kapanpun, tanamkanlah bahwa kita beruntung diberi kesempatan untuk belajar sebelum mencapai sukses yang sejati

One thought on “Memaknai Kegagalan

Kirimkan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s