Masalah Utang Masih Menyelimuti Uni Eropa

Masalah Utang masih Menyelimuti UE

Uni Eropa saat ini sedang dihinggapi Masalah Utang dimana berpotensi gagal bayar karena Rasio Utang dengan PDB nya yang sangat tinggi. Permasalahan utang yang masih menghinggapi kawasan Eropa masih akan menjadi topik hangat dan momok menakutkan pada tahun 2012 nanti. Sudah 2 tahun terlewati,namun hingga kini belum ada tanda-tanda yang signifikan dalam penyelesaian krisis.

Pemimpin-Pemimpin  Eropa dua pekan lalu sepakat untuk memperbaiki diri. Ada 26 negara,kecuali Inggris,membentuk suatu kesepakatan akan menertibkan diri dan lebih disiplin dalam hal anggaran.
Dalam traktat baru tersebut direncanakan defisit maksimal 0,5 persen dari PDB,yang sebelumnya 3 persen,dan mensyaratkan adanya mekanisme koreksi otomatis pada setiap Negara ketika anggaran melenceng dari target bersama. Selain itu,jika ada Negara yang melanggar pagu defisit,akan mendapatkan kontrol ketat dari Uni Eropa(UE) atas perpajakan dan belanja Negaranya.

Ketidakdisiplinan  anggaran inilah salah satu faktor yang membuat Negara Uni Eropa terjebak dalam Lingkaran utang sekarang. Sejak awal pembentukan zona Euro,10 tahun lalu,ternyata memang banyak yang tidak mentaati aturan.

Seharusnya Jerman terdiskualifikasi karena utangnya 60,9 persen dari Pendapatan Domestik Bruto(PDB) tahun 1999. Jerman juga melanggar pagu defisit 3 persen setiap tahun sdari 2002 hingga 2005. Begitu juga dengan Negara Spanyol setali tiga utang. Rasio Utangnya 62,3 persen pada 1999.

Jatuh Tempo Utang
Hal yang akan dihadapai oleh beberapa Negara Uni Eropa pada tahun 2012,semakin banyak utang yang jatuh tempo. Yang  artinya,akan semakin banyak pula persediaan cadangan talangan yang harus diperlukan untuk menjaga agar jangan ada Negara mengalami gagal bayar.
Negara-negara di zona euro harus membayar utang jangka pendek dan jangka panjang lebih dari 1,1 trilliun euro( sekitar  Rp.13.200.000.000.000.000 ) pada tahun 2012 nanti. Dari total utang tersebut,519 milyar euro ( Sekitar Rp.6.228.000.000.000.000,1 euro = Rp.12.000 ) milik Italia,Perancis dan Jerman yang akan jatuh tempo pada semester pertama 2012. Menurut perhitungan Barclays,sekitar 40 oersen jatuh tempo pada empat bulan pertama 2012. Perbankan Eropa memiliki utang akan jatuh tempo sebesar 665 milyar euro.
Padahal Jumalh Dana cadangan saat ini hanya 440 milyar euro( sekitar Rp. 5.280.000.000.000.000 ) yang ada pada Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa(EFSF),ditambah dengan kesepakatan sebesar 220 milyar euro( sekitar Rp. 2.640.000.000.000.000 )  lagi dari hasil pertemuan tingkat tinggi dua pekan lalu. Salah satu Bank besar Eropa,UBS,menyatakan,jika dana tersebut tidak mencukupi,EFSF akan cepat mengering dan tidak dapat membatasi dampak domino krisis ini.
Bahkan,menurut perhitungan UBS,kalaupun EFSF berhasil meningkatkan dananya jadi 1 Trilliun euro,itu belum akan cukup mengatasi ledakan utang di spanyol dan Italia. Bank Sentral Eropa(ECB) akan dipaksa melakukan langkah untukmenyelamatkan diri dan menyelamatkan euro,seperti memborong obligasi dari Negara tertekan utang.
Guncangan lain akan timbul dari lembaga pemeringkat Standard & Poor’s dan Moody’s. Keduanya mengancam akan menurunkan peringkat secara massal di Eropa. Dampak penurunan peringkat ini di Eropa akan lebih luas karena juga akan memengaruhi pasar obligasi yang sedang terpuruk.

Tahun 2012 Masa Pemilu

Beberapa pemerintahan di Eropa sudah terjatuh karena krisis. Tahun 2012 merupakan tahun pemilu bagi Perancis,Rusia,dan AS. Selain itu,Presiden China Hu Jintao juga akan berakhir masa jabatannya. Duet Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel-kemudian sering disebut Merkozy-banyak membantu keluarnya keputusan-keputusan penting di zona euro.

Pesaing terdekat Sarkozy yang difavoritkan adalah Francois holande. Belum terpilih,Holande sudah menyatakan akan melakukan negoisasi ulang atas kesepakatan traktat baru Uni Eropa. Jika kelak memang Sarkozy tidak lagi terpilih,kemungkinan terjadi pula perubahan kebijakan pada tataran Uni Eropa. Penggantinya belum tentu kompak dengan Merkel.
Kekisruhan di Uni Eropa juga memberatkan Presiden AS Barrack Obama. Tahun depan,Obama harus berjuang untuk memenangi lagi pemilu. Selama ini,situasi perekonomian AS merupakan salah satu pekerjaan rumah terberat Obama. Obama tak hanya berkepentingan membuat perekonomian AS membaik,tetapi juga sangat berharap perekonomian Eropa membaik.

Eropa sangat penting bagi AS. Jika Eropa terkontraksi,ini berarti ekspor AS senilai 400 milyar dollar AS terganggu. Akibat penurunan order,AS sulit membuka lapangan pekerjaan. AS memiliki sebesar 1 trilliun dollar AS di Eropa dan pinjaman  sebesar 2 trilliun dollar AS dalam kredit serta utang perusahaan dan pemerintahan Eropa.
Pergantian pemerintahan pada Negara yang selama ini berperan dalam mengatasi persoalan ekonomi juga akan membawa perubahan kebijakan.


Tentang Penyelesaian Krisis

Merkel mengakui,penyelesaian krisis di zona euro tak dapat terjadi dalam jangka pendek. Keparahan dan kerusakan sudah menyebar,tak banyak pilihan dalam mengakhiri krisis utang ini.
Perbaikan komitmen melalui pembuatan traktat baru merupakan solusi jangka panjang. Solusi jangka pendeknya masih tetap bergantung pada tindakan ECB(Eropean Central Bank) yang membeli obligasi Negara tertimbun utang.
Upaya pencarian dana keluar Eropa juga belum terealisasi. Pemerintah China dan Jepang,yang sudah disambangi,amsih belum memastikan pakah bersedia meminjamkan uang ke Uni Eropa. Chian,bersama Negara berkembang lain seperti Brasil,India,Rusia dan Afrika Selatan,lebih senang meminjamkan dananya melalui Dana Moneter Internasional(IMF) ketimbang langsung ke Uni Eropa melalui mekanisme EFSF. Negara berkembang mengambil kesempatan ini untuk meminta hak suara lebih besar di IMF.
Daripada meminjam dana dari luar,ada juga yang mengusulkan ECB mencetak uang. Konsekuensinya,hal ini akan membuat laju inflasi meninggi.

Dampak Ikutan Terhadap Negara Asia

Krisis Eropa sudah terasa di Asia,terutama pada Negara pengekspor. Aktivitas manufaktur China melemah karena kurangnya order dari Eropa dan AS. Pebisnis Jepang pesimistis.
Di Indonesia,dampaknya juga terasa pada pasar modal. Investor dari Eroap dan AS dengan cepat menarik diri dan menanamkan dana mereka di pasar saham. Ekspor barang mentah ke China dan India juga akan menurun karena penurunan permintaan dari Eropa. Rupiah dapat tertekan jika investor asing beramai-ramai keluar dari pasar saham utang Negara.

 

One thought on “Masalah Utang Masih Menyelimuti Uni Eropa

Kirimkan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s