Boediono: Data Orang Miskin BPS Jangan Dipakai Kepentingan Politik

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyerahkan basis data terpadu pada tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K). Data ini berisi nama dan alamat 25,2 juta rumah tangga atau sekitar 96,7 juta jiwa penduduk Indonesia yang menjadi target program perlindungan nasional.

Wapres Boediono yang menjadi Ketua TNP2K berpesan agar data ini hanya digunakan untuk program-program sosial. Jangan disalahgunakan untuk kepentingan politik apalagi untuk data serangan fajar.

“Jangan sampai ada penyalahgunaan data ini. Saya mendukung pembuatan aturan pemanfaatannya, tidak untuk pemasaran, politik, atau keperluan lain. Informasi ini harus kita pakai untuk tujuan yang kita rencanakan bersama tadi, penanggulangan kemiskinan,” ujar Boediono di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (20/1/2011).

Basis data terpadu ini berisikan 40 persen penduduk dengan pengeluaran terendah. lebih luas dari penduduk miskin yang berkisar sekitar 12 persen. Artinya, basis data ini menghimpun data terperinci penduduk Indonesia yang termasuk miskin maupun yang sudah lulus dari batas ambang kemiskinan tapi masih termasuk kelompok yang rentan untuk jatuh kembali ke bawah batas miskin.

Penduduk yang masuk dalam data BPS ini, memiliki hak untuk mendapatkan berbagai program sosial. Seperti Jamkesmas, beasiswa miskin, program keluarga harapan dan sebagainya.

Basis data terpadu ini adalah hasil akhir Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Proses pendataan itu berlangsung pada Juli 2011 hingga awal Desember 2011 yang lalu. Proses pendataan ini melibatkan 120.000 petugas pencacah di lapangan dengan biaya Rp 550 miliar, yang merupakan anggaran BPS yang berasal dari APBN.

“TNP2K tentu harus memonitor terus pemeliharaan data ini,” jelas Boediono.

Sumber

Kirimkan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s